Dengan tombak menghunus langit
Dengan tombak menghunus langit
seorang pendeta menebar
abu kemenyan dan berkata
”Untukmu Indonesia, untukmu rajaku!”
Di abad ke-tujuh ini ujung perahu
mengait rentang jala di mana
penggal kepalaku
hanyut untuk sejengkal tanah.
karam membelah hutan Sumatera
ketika gadis menepuk dada
dan meniup ubun-ubunku
ujung jarinya anyir oleh do’a penipu
dan
sekarang janin itu
menendang ari-ari
aku mencari kepalaku di arus
…. dan
sungai meminyaki buta
mataku.
Payakumbuh, 19/03/2009