gerimis
Senja bergeming ketika gerimis turun satu-satu.
rambutmu tercium. Ia adalah ranting merengas
dalam kubus bercabang memohon. Wajahmu rebah
di sisi tubuhku tertutup basah. Handuk memeluk kita
mungkinkah melepas seperti gumpal awan?
sepanjang tahun keringat menyapu gelisah.
Tidak ada janji terpaut.
Ia hadir pada bidang datar untuk satu kata dua alinea
kau lihat urat membalut tulang memecah kerasnya batu?
di sore gerimis lembab dan bau tanah mencium amismu
resah…
Dan
sebelum gelap kita duduk di ruang tamu. Lidahmu panas
retak kaca jendela pecah di kepalaku. Hingga gerimis
menyapu rambut mengering dan hilang…