di atasmu merah
Merah!
Apakah tanah tetap menjadi gumpalan
kapas terserabut memohon jadi
debu?
Ia menampar ujung jarimu
dalam temaram pinggir sungai
kau usung wadah cinta
dalam tangis masa lalu. Ketika
onggokan sampah mengalir
dari kapal kayu
matamu yang sipit merona
mengangkang
tampak lemas saat menelentang
sekarang
Ia menjadi keranda
di bawah pabrik dan tonggak
jembatan
Di bawah mimpi remang lampu
lima watt
panasmu ngilu
lelah dan
lesu.