aku

aku bukanlah orang dengan sejuta kata
aku bukanlah orang dengan seribu makna
aku hanyalah orang dengan satu kata dan makna

Awalnya aku tak berani melepaskan segala isi kepalaku yang tergores melalui pena, kuas, maupun kidung puitis yang tidak pernah indah. Tapi, berkat dorongan keyakinan dari sekelilingku, maka blog ini hadir. Dengan sebuah harapan, agar semakin menambah ragam dalam bacaan anda. Kritikan sangat kuharapkan.

Aku, Fauza Fitra Hadi, pria Minangkabau di kaki gunung Sago, Kototuo, Harau, Payakumbuh, Sumatera Barat. Dengan penuh kerendahan diri, mengharap goresan anda di sini, sebagai tanda bahwa aku pernah dikunjungi oleh seorang yang akan memberi warna dalam ekspresiku.

Terima kasih kuhaturkan…

8 Responses to “aku”

  1. good job bro…
    seharusnya, inilah yg kau lakukan, sedari dulu
    aku yakin, suatu saat kan kau petik manfaat…

    wellcome! :D

  2. Yep! Saya menikmati tulisan-tulisannya. Ayo, semangat nulis terus, Uda Once!

    Terima kasih Bu Tuti… :)

  3. Aku menunggu-nunggu terbitnya blog ini dengan sejuta rawiannya.
    Selamat. Menulis memang soal keberanian.
    Kini izinkan aku mencebur ke dalamnya…

    Salam hangat.

    Terima kasih Mas Daniel…
    Keberanianku muncul berkat dorongan orang banyak, di antaranya setelah banyak membaca tulisanmu.
    Aku sangat tersanjung bila kau mau menceburkan dalam tulisanku yang tak begitu indah.

    Salam hangat juga… oya, aku juga pengagum Pramudia

  4. *ulurkan tangan* salam kenal :)

    *jabat erat* salam kenal juga
    terima kasih

  5. soyjoy76 Says:

    Salam kenal Uda Once…
    Saya dapat referensi blog ini dari Uda Vizon. Nice read, menurut saya.
    Teruslah menulis Uda, dan jangan pernah lagi menghapus atau memandang jelek karya-karyamu.. :-)

    Blog nya saya tautkan di blog saya ya…

  6. Desi Junianti Says:

    salam kenal Uda Once..

  7. indra vh Says:

    Adi, kapan lagi aku bisa dengar ocehanmu tentang keagamaan dan coretan gambar kartun yang bikin ku iri pengen juga bisa seperti kamu.
    Terima kasih telah mengenal Adi dan keluargamu terutama Bunda Rasima yang sangat ku hormati. Kutunggu karya mu yang berikutnya. Apo merek Tunggak (rokok) kini Adi?

Leave a Reply